6 Langkah Membuat Sub Domain di Blogger dan 2 Record DNS
Cara membuat sub domain di Blogger ternyata butuh dua record CNAME. Ini kisah satu malam error saya, plus strategi SEO sebelum Anda memilih subdomain.
Saya membuat subdomain untuk mempercepat SEO, dan justru itu yang memperlambatnya. Malam itu layar terus menampilkan "Blogger tidak dapat memverifikasi domain", sementara kopi sudah dingin.
Subdomain blog sudah mengarah ke ghs.google.com, tapi ada CNAME verifikasi yang terlewat. Setelah DNS propagate, muncul pertanyaan lain. Apakah konten ini memang pantas hidup di subdomain?
Lima tahun lebih mengurus SEO bisnis ritel, kesalahan seperti ini sering saya lihat. Tulisan ini memberi langkah teknisnya, plus cara memutuskan struktur URL sebelum menulis.
Subdomain Bukan Fitur Blogger, Melainkan Pelajaran Infrastruktur Web
Bagian ini membahas apa yang sebenarnya terjadi di balik custom domain blogger.
1. Error yang Membuat Saya Begadang
Subdomain blog sudah diarahkan ke ghs.google.com lewat panel registrar. Di Blogger, domain dimasukkan, klik simpan, lalu muncul error verifikasi.
Ternyata Blogger meminta dua record CNAME sekaligus. Banyak tutorial hanya menyebut satu, yaitu yang mengarah ke ghs.google.com.
2. Dua CNAME, Dua Fungsi Berbeda
Record pertama mengarahkan subdomain blog ke ghs.google.com. Fungsinya mengantar pengunjung ke server Blogger.
Record kedua berisi kode unik dari Google, biasanya mengarah ke alamat dv.googlehosted.com. Fungsinya membuktikan bahwa domain itu memang milik Anda.
3. Saat Itu Saya Sadar Sedang Belajar DNS, Bukan Setting Blog
Seluruh konfigurasi subdomain terjadi di registrar, bukan di Blogger. Blogger hanya mengecek apakah DNS sudah menunjuk ke tempat yang benar.
Siapa pun yang belum paham CNAME sebenarnya sedang belajar fondasi web. Bekal ini berguna saat pindah dari blogspot ke domain sendiri atau ke CMS lain.
Subdomain vs Subfolder SEO dan Keputusan yang Seharusnya Dibuat di Awal
Setelah urusan teknis beres, pertanyaan strategisnya justru lebih penting.
1. Ilusi Warisan Otoritas
Banyak orang mengira blog.domain.com otomatis menumpang kekuatan domain.com. Logikanya terdengar masuk akal karena nama domainnya sama.
Kenyataannya, Google bisa memperlakukan subdomain sebagai situs yang hampir terpisah. Sinyal otoritas dan backlink tidak selalu mengalir sebaik yang dibayangkan.
2. Data Search Console yang Membuka Mata Saya
Angka di Search Console lebih jujur daripada asumsi. Berikut perbandingan halaman terindeks dan impresi di bulan pertama, ketiga, dan keenam.


Fase awal terasa paling lambat, saat subdomain belum punya sinyal sendiri. Backlink ke domain utama ternyata tidak otomatis mengangkat halaman blog.
3. Kapan Subdomain Justru Tepat untuk Bisnis Ritel
Di beberapa klien ritel, blog edukasi sengaja dipisah dari domain toko. Alasannya, platform toko tidak mendukung blog yang layak dan tim kontennya berbeda.
Ada juga kebutuhan menjaga domain toko tetap fokus pada intent transaksional. Itu pilihan sadar dengan konsekuensi yang diterima, bukan jalan pintas.
4. Pertanyaan Strategis Sebelum Menyentuh DNS
Sebelum membuka panel registrar, jawab dulu empat pertanyaan berikut. Jawabannya menentukan apakah subdomain layak dipakai.
- Apakah konten ini memperkuat topik domain utama?
- Siapa audiensnya, sama atau berbeda dengan pembeli di toko?
- Apakah platform utama punya keterbatasan untuk blog?
- Siapa yang merawat konten ini tiga tahun ke depan?
Kalau jawabannya condong memperkuat domain utama, subfolder lebih masuk akal. Struktur URL untuk SEO adalah keputusan strategi, bukan keputusan teknis.
Bisakah Subdomain Dihubungkan ke Blogger, dan Apakah Baik untuk SEO?
Bisa, subdomain dapat dihubungkan ke Blogger dan tidak buruk untuk SEO.
1. Jawaban Singkat untuk Pertanyaan yang Sering Diajukan
Subdomain seperti blog.namadomain.com dihubungkan lewat dua record CNAME di registrar. Satu record blog ke ghs.google.com, satu lagi record verifikasi unik dari Google.
Subdomain cenderung membangun otoritas sendiri, jadi subfolder biasanya lebih efisien untuk memperkuat domain utama. Subdomain tetap masuk akal jika audiens, tim, atau platformnya memang terpisah.
2. Catatan tentang HTTPS dan Pengalihan
HTTPS untuk custom domain Blogger tersedia gratis dari Google. Sertifikatnya bisa butuh waktu aktif setelah propagasi DNS selesai.
Setelah aktif, nyalakan Pengalihan HTTPS di Setelan Blogger. Tujuannya agar tidak ada dua versi URL yang membingungkan mesin pencari.
Cara Membuat Sub Domain di Blogger dalam 6 Langkah
Berikut cara membuat sub domain di blogger yang bisa langsung dipraktikkan.
- Buka Blogger, lalu masuk ke Setelan > Publikasi > Domain khusus.
- Ketik subdomain lengkap, misalnya blog.namadomain.com, lalu klik Simpan.
- Salin dua record CNAME yang muncul di pesan error verifikasi.
- Di panel DNS registrar, buat CNAME bernama blog dengan tujuan ghs.google.com.
- Buat CNAME kedua dengan nama dan tujuan unik persis dari Google.
- Tunggu propagasi DNS, simpan ulang di Blogger, lalu aktifkan Pengalihan HTTPS.
Kalau error tetap muncul, cek ulang record kedua lebih dulu. Di situlah kesalahan paling sering terjadi.
Struktur Dulu, Konten Kemudian
Satu catatan terakhir sebelum Anda membuka panel registrar.
1. Yang Ingin Saya Katakan kepada Diri Saya Malam Itu
Masalah DNS selesai dalam satu malam. Keputusan struktur situs memengaruhi pertumbuhan selama bertahun-tahun.
Subdomain itu tidak salah. Yang salah adalah memilihnya tanpa alasan.
2. Langkah Anda Selanjutnya
Tulis tujuan blog kamu dalam satu kalimat sebelum memilih subdomain atau subfolder. Lanjutkan dengan artikel tentang struktur URL atau migrasi blogspot di kategori Belajar SEO.
Masih ragu soal struktur situs? Diskusikan dengan konsultan SEO sebelum terlanjur menulis puluhan artikel.
Pernah kena error verifikasi juga? Ceritakan di kolom komentar.
Referensi:
- Blogger Help: Panduan menyiapkan domain pihak ketiga untuk blog Blogger - https://support.google.com/blogger/answer/1233387