Apa itu Backlink? Pengertian, Fungsi, dan Cara Dapatnya

Backlink adalah link pada suatu website menuju ke website lain. Misalnya ada website lain dan website tersebut memberikan link menuju website kamu.

Apa itu Backlink? Pengertian, Fungsi, dan Cara Dapatnya

Kamu sudah mengoptimalkan on-page SEO dengan teliti: judul yang tepat, meta description yang rapi, struktur heading yang teratur, dan kecepatan loading yang sudah diperbaiki. Tapi website kamu masih belum beranjak dari halaman kedua atau ketiga hasil pencarian.

Kalau situasi itu terasa familiar, kemungkinan besar ada satu elemen yang belum kamu garap secara serius: backlink.

Backlink adalah salah satu faktor peringkat yang paling konsisten diakui Google sejak awal kemunculan mesin pencari ini.

Bagi blogger, pemilik bisnis online, maupun entrepreneur yang mengandalkan website sebagai aset digital utama, memahami backlink bukan pilihan, tapi keharusan.

Artikel ini akan membahas tuntas: apa itu backlink, mengapa penting, jenis-jenisnya, cara mendapatkannya, hingga tools yang bisa membantu prosesnya.

Backlink adalah link yang ada di sebuah website dan mengarah ke website lain. Ketika website A menyertakan link yang menuju ke website B di dalam kontennya, maka website B mendapatkan satu backlink dari website A.

Dalam dunia SEO, backlink sering juga disebut sebagai inbound link atau incoming link, yaitu "link yang masuk" ke website kamu dari sumber luar.

Cara termudah memahami backlink adalah dengan membayangkan internet sebagai ekosistem rekomendasi.

Ketika sebuah website memutuskan untuk menautkan ke halaman kamu, itu adalah sinyal bahwa mereka menganggap konten kamu cukup relevan dan bernilai untuk direferensikan kepada pembaca mereka.

Google membaca sinyal-sinyal ini dan menggunakannya sebagai salah satu pertimbangan untuk menentukan seberapa tinggi halaman kamu layak muncul di hasil pencarian.

Analogi yang lebih konkret: bayangkan kamu baru pindah ke kota baru dan ingin menemukan restoran terbaik.

Kamu lebih mempercayai rekomendasi dari banyak orang yang kamu kenal daripada iklan yang dipasang restoran itu sendiri.

Semakin banyak orang yang merekomendasikan restoran yang sama, semakin kamu yakin bahwa memang itu yang terbaik. Backlink bekerja dengan logika yang serupa.

Perlu diingat sejak awal: tidak semua backlink diciptakan setara. Satu backlink dari website otoritatif yang relevan bisa lebih bernilai dari ratusan backlink dari website berkualitas rendah. Memahami perbedaan ini adalah fondasi dari strategi backlink yang efektif.

Sebelum masuk ke jenis-jenis backlink yang lebih spesifik, penting untuk memahami dua kategori dasarnya terlebih dahulu.

Internal backlink adalah link yang menghubungkan dua halaman berbeda di dalam satu domain yang sama.

Ketika kamu menulis artikel tentang SEO on-page dan di dalamnya menyertakan link ke artikel lain tentang keyword research di blog yang sama, itu adalah internal backlink.

Manfaat internal backlink seringkali diremehkan, padahal perannya cukup signifikan:

  • Membantu mesin pencari memahami struktur dan hierarki konten di website kamu
  • Mendistribusikan otoritas halaman dari satu artikel yang sudah kuat ke halaman lain yang masih perlu dorongan
  • Memperpanjang waktu kunjungan pengguna karena mereka menemukan konten relevan lain yang menarik untuk dibaca
  • Mengurangi bounce rate karena pengunjung tidak langsung pergi setelah membaca satu halaman

Internal link yang dikelola dengan baik akan membentuk semacam jaringan yang saling memperkuat di dalam website kamu sendiri, sebelum kamu bahkan mulai memikirkan backlink dari sumber luar.

External backlink adalah link yang berasal dari domain lain dan mengarah ke website kamu. Inilah yang paling sering dimaksud ketika orang membicarakan "backlink" dalam konteks SEO.

External backlink adalah yang paling berpengaruh untuk membangun otoritas domain di mata mesin pencari, karena sifatnya sebagai validasi dari pihak luar yang independen. Kamu tidak bisa "mengatur" sendiri backlink ini seperti internal link, dan justru itulah yang membuatnya bernilai di mata Google.

Selain manfaat SEO, external backlink yang ditempatkan di halaman dengan traffic tinggi juga bisa langsung mendatangkan pengunjung baru ke website kamu melalui referral traffic, terlepas dari pengaruhnya terhadap peringkat.

Google menggunakan ratusan sinyal untuk menentukan peringkat sebuah halaman.

Di antara semua sinyal itu, backlink secara konsisten masuk dalam daftar faktor terpenting bersama kualitas konten dan relevansi halaman terhadap query pengguna.

Alasan mendasarnya sederhana: backlink sulit dipalsukan secara alami.

Berbeda dengan on-page SEO yang sepenuhnya bisa kamu kendalikan sendiri, mendapatkan website lain untuk secara sukarela menautkan ke konten kamu membutuhkan konten yang benar-benar bernilai, atau upaya outreach yang serius.

Google memandang kesulitan ini sebagai bukti kualitas.

Ada beberapa dampak konkret yang bisa kamu rasakan dari backlink berkualitas:

  • Otoritas domain yang lebih kuat. Setiap backlink berkualitas yang masuk berkontribusi pada Domain Authority atau Domain Rating website kamu secara keseluruhan. Semakin tinggi otoritas domain, semakin mudah setiap halaman baru yang kamu buat untuk mendapat peringkat, bahkan untuk keyword yang kompetitif.
  • Penemuan konten yang lebih cepat. Ketika Googlebot melakukan crawling pada halaman yang memuat backlink ke website kamu, ia akan mengikuti link tersebut dan mengindeks halaman tujuan. Ini sangat membantu untuk konten baru yang belum sempat ditemukan melalui sitemap atau metode lain.
  • Referral traffic yang berkelanjutan. Backlink yang ditempatkan di halaman dengan traffic tinggi bisa terus mendatangkan pengunjung baru ke website kamu selama link tersebut aktif, terlepas dari perubahan algoritma mesin pencari.
  • Reputasi dan kepercayaan brand. Website yang sering dirujuk oleh sumber-sumber terpercaya secara tidak langsung mendapat validasi di mata pengguna, bukan hanya di mata mesin pencari.

Mengutip dari Ahrefs, ada tiga manfaat utama backlink yang paling terasa dampaknya:

Manfaat Backlink untuk Website

1. Ranking yang Lebih Tinggi

Mesin pencari menggunakan backlink sebagai salah satu cara untuk mengukur seberapa kredibel dan terpercaya sebuah website.

Website yang banyak dirujuk oleh sumber-sumber berkualitas dianggap sebagai otoritas di topiknya, sehingga lebih diprioritaskan untuk muncul di posisi atas hasil pencarian.

Hubungan antara backlink dan ranking ini bukan sekadar teori. Studi yang dilakukan Ahrefs terhadap miliaran halaman web menunjukkan korelasi yang sangat kuat antara jumlah domain unik yang memberikan backlink dengan posisi sebuah halaman di hasil pencarian Google.

2. Visibilitas yang Lebih Baik

Proses crawling Google tidak hanya mengandalkan sitemap yang kamu submit. Salah satu cara utama Googlebot menemukan halaman baru adalah dengan mengikuti link dari halaman yang sudah dikenal.

Backlink dari website yang sudah sering dikunjungi Googlebot akan mempercepat proses penemuan dan pengindeksan konten baru kamu secara signifikan.

Ini terutama penting untuk website baru atau halaman yang baru diterbitkan, di mana kamu ingin konten tersebut sesegera mungkin masuk ke indeks Google dan mulai bersaing.

3. Referral Traffic

Tidak semua traffic yang berharga datang dari hasil pencarian organik. Backlink yang ditempatkan secara strategis di halaman dengan traffic tinggi dan audiens yang relevan bisa menjadi sumber traffic yang konsisten dan berkualitas tinggi.

Pengunjung yang datang melalui referral traffic biasanya sudah punya konteks tentang mengapa mereka mengklik link tersebut, sehingga kemungkinan mereka untuk terlibat lebih dalam dengan konten kamu, atau bahkan melakukan konversi, cenderung lebih tinggi dibanding pengunjung acak.

Pembagian backlink selain kategori internal dan external, backlink juga dibagi menjadi beberapa kategori yang umumnya digunakan.

Penting bagi kamu untuk memahami setiap jenisnya agar kamu lebih mudah menentukan fokus dan mendapatkan backlink secara efektif.

Kita mulai dari jenis-jenis backlink dari tiga kategori ya, yaitu backlink berdasarkan kualitas, pengaruhnya terhadap ranking, dan sumber asalnya. Berikut penjelasannya.

1. Berdasarkan Kualitasnya

Berdasarkan kualitasnya jenis-jenis backlink terbagi menjadi dua yaitu quality backlink dan toxic backlink. Penjelasan mengenai kedua jenis backlink adalah sebagai berikut:

a. Quality Backlink

Quality backlink adalah backlink yang berasal dari website terpercaya, memiliki otoritas domain yang baik, dan topiknya relevan dengan niche website kamu. Ini adalah jenis backlink yang ingin kamu kejar dalam strategi link building.

Beberapa bentuk quality backlink yang paling bernilai:

  • Backlink editorial: Backlink yang diberikan secara alami oleh website lain karena konten kamu benar-benar layak dirujuk, tanpa ada kesepakatan atau pembayaran di baliknya. Ini adalah bentuk backlink paling murni dan paling dihargai Google.
  • Backlink dari guest post: Backlink yang kamu peroleh dengan menulis artikel untuk diterbitkan di website lain. Selama kontennya berkualitas dan penempatannya natural, ini adalah salah satu metode link building yang paling efektif dan aman.
  • Backlink berbasis hubungan: Backlink yang diperoleh melalui relasi yang dibangun secara genuine dengan pemilik website atau konten kreator lain di industri yang sama.
  • Backlink dari profil bisnis: Backlink dari direktori bisnis terpercaya, platform review, atau profil di marketplace dan platform relevan. Nilainya mungkin tidak sebesar editorial backlink, tapi konsisten dan mudah didapat untuk memulai.
  • Backlink dari public speaking atau event: Jika kamu berbicara di konferensi, seminar, atau webinar, website penyelenggara biasanya akan menyertakan link ke website narasumber mereka.
  • Backlink dari aset tersemat: Backlink yang diperoleh karena website lain menyematkan infografis, video, atau tool yang kamu buat di konten mereka, dengan atribusi link kembali ke sumber aslinya.

b. Toxic Backlink

Toxic backlink adalah backlink yang justru berpotensi merugikan performa SEO website kamu.

Google semakin canggih dalam mendeteksi pola backlink yang tidak natural, dan website yang ketahuan mencoba memanipulasi hasil pencarian melalui backlink berkualitas rendah bisa terkena penalti yang cukup serius.

Beberapa jenis backlink yang perlu dihindari:

  • Link scheme: Segala bentuk manipulasi backlink yang melanggar panduan Google, termasuk membeli backlink, bergabung dengan Private Blog Network (PBN), atau melakukan pertukaran link secara masif.
  • Backlink dari direktori berkualitas rendah: Direktori yang menerima semua submission tanpa kurasi, tidak peduli topik atau kualitas website yang didaftarkan.
  • Backlink dari forum berkualitas rendah: Partisipasi di forum hanya untuk menyebar link tanpa kontribusi nyata pada diskusi.
  • Backlink dari siaran pers yang tidak layak: Distribusi press release ke ratusan website sindikasi hanya untuk mendapat backlink massal, tanpa nilai berita yang sesungguhnya.

Berdasarkan Pengaruhnya terhadap SEO

Berdasarkan pengaruhnya, backlink dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

a. Link Dofollow

Link dofollow adalah backlink yang secara aktif meneruskan otoritas dari halaman sumber ke halaman tujuan.

Secara teknis, "dofollow" sebenarnya bukan atribut yang perlu ditulis secara eksplisit dalam kode HTML.

Sebuah link sudah berstatus dofollow secara default kecuali ada atribut yang secara spesifik mengubah statusnya.

Backlink dofollow adalah yang paling dicari dalam strategi link building karena inilah yang benar-benar berkontribusi pada peningkatan Domain Rating dan peringkat di mesin pencari.

Setiap backlink dofollow berkualitas yang kamu terima ibarat suara kepercayaan yang ikut terakumulasi dalam penilaian Google terhadap otoritas website kamu.

b. Link Nofollow

Link nofollow memiliki atribut rel="nofollow" dalam kode HTML-nya, yang memberitahu mesin pencari untuk tidak meneruskan otoritas melalui link tersebut. Artinya, backlink nofollow tidak secara langsung mempengaruhi Domain Rating atau peringkat halaman tujuan.

Backlink nofollow umum ditemukan di komentar blog, forum, platform media sosial, dan beberapa jenis direktori.

Meski tidak memberikan dofollow benefit, backlink nofollow tetap bisa mendatangkan referral traffic dan membuat profil backlink kamu terlihat lebih natural dan beragam di mata Google.

Sejak 2019, Google juga memperkenalkan dua atribut tambahan yang lebih spesifik: rel="sponsored" untuk link berbayar atau iklan, dan rel="ugc" (user-generated content) untuk link di komentar atau forum.

Ketiganya pada dasarnya memberi sinyal serupa kepada mesin pencari bahwa link tersebut tidak boleh diteruskan otoritasnya.

Mendapatkan backlink itu penting, tapi mendapatkan backlink yang benar jauh lebih penting.

Google tidak hanya menghitung jumlah backlink, tapi juga mengevaluasi kualitasnya.

Backlink dari sumber yang salah justru bisa menjadi bumerang dan berujung penalti.

Berikut kriteria yang perlu kamu perhatikan sebelum membangun backlink:

1. Perhatikan Domain Authority (DA)

Domain Authority adalah skor 0-100 yang dikembangkan Moz untuk memperkirakan seberapa kuat suatu domain di mata mesin pencari.

Semakin tinggi DA sebuah website, semakin bernilai backlink yang kamu dapatkan darinya.

Sebagai patokan umum, usahakan mendapatkan backlink dari website dengan DA lebih tinggi dari website kamu sendiri.

Satu backlink dari domain DA 70 nilainya bisa jauh melampaui puluhan backlink dari domain DA 10.

2. Perhatikan Page Authority (PA)

Jika DA mengukur kekuatan domain secara keseluruhan, PA mengukur kekuatan satu halaman spesifik.

Backlink yang ditempatkan di halaman dengan PA tinggi, misalnya artikel yang sudah punya banyak backlink masuk sendiri, akan membawa lebih banyak "link juice" ke website kamu dibanding halaman yang PA-nya rendah.

Backlink yang tersembunyi di footer, sidebar, atau halaman yang tidak pernah dikunjungi siapa pun hampir tidak memberi dampak.

Yang ideal adalah backlink yang ditempatkan di dalam body konten, pada halaman yang aktif mendapat traffic, dan dalam konteks yang relevan dengan topik yang dibahas.

Google lebih menghargai backlink yang terasa alami dan bermanfaat bagi pembaca, bukan yang terlihat seperti sengaja ditanam.

4. Perhatikan Relevansi

Backlink dari website yang topiknya satu niche dengan kamu jauh lebih bernilai dibanding backlink dari website yang tidak ada kaitannya sama sekali.

Misalnya, kamu punya blog tentang SEO dan digital marketing. Backlink dari website marketing, teknologi, atau bisnis online akan lebih kuat pengaruhnya dibanding backlink dari website resep masakan, meski DA-nya sama.

5. Perhatikan Penulisan Anchor Text

Anchor text adalah teks yang dapat diklik untuk mengakses backlink. Ada beberapa tipe anchor text yang perlu kamu kenali:

  • Exact match: menggunakan kata kunci persis, misalnya "cara membuat backlink"
  • Partial match: variasi dari kata kunci, misalnya "tips link building yang efektif"
  • Branded: menggunakan nama brand atau website kamu
  • Naked URL: menampilkan URL secara langsung
  • Generic: seperti "klik di sini" atau "baca selengkapnya"

Profil backlink yang sehat umumnya memiliki campuran dari semua tipe ini. Terlalu banyak exact match anchor text dari berbagai sumber justru terlihat tidak natural dan bisa memicu kecurigaan dari algoritma Google.

Setelah penjelasan panjang tentang backlink, sekarang waktunya kamu belajar cara mendapatkan backlink berkualitas. Proses ini disebut link building.

1. Buat Konten yang Layak Direferensikan

Cara paling fundamental dan berkelanjutan untuk mendapatkan backlink adalah dengan membuat konten yang secara alami ingin dirujuk oleh orang lain.

Istilah di dunia SEO untuk ini adalah linkable asset, yaitu konten yang nilainya cukup tinggi sehingga website lain merasa perlu menyertakannya sebagai referensi.

Beberapa format konten yang terbukti paling banyak mendapatkan backlink secara organik:

  • Data dan riset original: survei, studi kasus, atau laporan yang kamu buat sendiri. Website lain yang membahas topik serupa akan sangat mungkin mengutip data kamu sebagai sumber.
  • Panduan komprehensif: artikel panjang yang membahas satu topik secara menyeluruh dari A sampai Z. Konten seperti ini sering dijadikan referensi karena menghemat pekerjaan orang yang ingin mempelajari topik tersebut.
  • Infografis dan visualisasi data: konten visual yang mudah dipahami dan dibagikan, terutama jika menyajikan informasi yang sulit dijelaskan hanya dengan teks.
  • Tools dan kalkulator gratis: jika kamu bisa membuat sesuatu yang benar-benar berguna dan bisa langsung dipakai, website lain akan dengan senang hati menautkannya.

Kunci utamanya adalah membuat konten yang mengisi celah yang belum terpenuhi. Cari topik yang sudah banyak dibahas kompetitor, lalu buat versi yang lebih lengkap, lebih akurat, atau lebih mudah dipahami.

2. Guest Post di Website yang Relevan

Guest post adalah cara mendapatkan backlink yang paling bisa dikontrol karena kamu yang menentukan di mana backlink ditempatkan dan bagaimana anchor text-nya ditulis.

Prosesnya secara umum: kamu menulis artikel berkualitas untuk diterbitkan di website lain, dan sebagai gantinya kamu mendapatkan satu atau dua backlink yang mengarah ke website kamu, biasanya di dalam isi artikel atau di bagian bio penulis.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar guest post benar-benar efektif:

  • Targetkan website yang relevan dengan niche kamu. Jangan hanya mengejar DA tinggi tapi topiknya tidak nyambung.
  • Tulis konten yang benar-benar berkualitas, bukan sekadar asal terbit. Website tujuan kamu punya pembaca yang punya ekspektasi tertentu.
  • Pastikan backlink ditempatkan secara kontekstual di dalam isi artikel, bukan hanya di bio penulis yang sering kali mendapat lebih sedikit perhatian dari Google.
  • Bangun hubungan terlebih dahulu jika memungkinkan. Mengenal editor atau pemilik website sebelum mengajukan pitch jauh lebih efektif daripada mengirim email dingin ke ratusan website sekaligus.

Dalam konteks bisnis, guest post sering dilakukan sebagai bagian dari kemitraan konten antara dua perusahaan yang saling melengkapi, bukan berkompetisi langsung.

3. Metode HARO dan Digital PR

Ini cara yang sering dilewatkan tapi sangat efektif, terutama untuk mendapatkan backlink dari media besar.

  • HARO (Help a Reporter Out) adalah platform yang menghubungkan jurnalis yang butuh narasumber dengan para ahli di berbagai bidang. Ketika kamu memberikan kutipan atau insight yang dipakai dalam artikel mereka, kamu biasanya mendapatkan backlink dari media yang bersangkutan.
  • Digital PR adalah pendekatan yang lebih proaktif: kamu membuat sesuatu yang menarik perhatian media, seperti riset original, data yang mengejutkan, atau sudut pandang baru tentang isu yang sedang trending, lalu menghubungi jurnalis untuk meliputnya. Jika berhasil, kamu bisa mendapatkan backlink dari puluhan media sekaligus dalam satu kampanye.

Teknik ini memanfaatkan fakta bahwa internet penuh dengan link yang sudah tidak berfungsi karena halaman tujuannya dihapus atau URL-nya berubah.

Caranya: gunakan tools seperti Ahrefs atau Check My Links untuk menemukan broken link di website-website relevan dalam niche kamu. Kemudian buat atau identifikasi konten kamu yang bisa menggantikan halaman yang hilang tersebut.

Hubungi pemilik website dan beritahu bahwa mereka punya broken link, sekaligus tawarkan konten kamu sebagai penggantinya.

Pendekatan ini berhasil karena kamu membantu pemilik website memperbaiki masalah yang sudah ada, bukan sekadar meminta favor. Ini membuat proposal kamu jauh lebih mudah diterima.

5. Komentar di Blog dan Forum yang Relevan

Backlink dari komentar hampir selalu berstatus nofollow, artinya tidak secara langsung memperkuat otoritas website kamu di mata Google. Namun bukan berarti tidak berguna sama sekali.

Komentar yang thoughtful dan relevan bisa membawa traffic langsung jika dibaca oleh orang yang tertarik dengan website kamu. Selain itu, profil backlink yang terlalu sempurna dan seragam justru terlihat tidak natural. Adanya beberapa backlink nofollow dari komentar atau forum membuat profil backlink kamu terlihat lebih organik.

Yang harus dihindari: jangan spam komentar dengan link tanpa konteks. Ini bukan hanya tidak efektif, tapi bisa merusak reputasi kamu di mata komunitas dan berpotensi membuat website kamu diblokir.

6. Aktif di Media Sosial

Media sosial bukan sumber backlink dofollow yang kuat, karena hampir semua platform besar menerapkan nofollow pada link yang dibagikan pengguna. Namun peran media sosial dalam strategi link building tetap signifikan, hanya secara tidak langsung.

Konten yang banyak dibagikan di media sosial mendapat lebih banyak eksposur. Semakin banyak orang yang melihatnya, semakin besar kemungkinan ada blogger, jurnalis, atau pemilik website lain yang menemukannya dan memutuskan untuk menautkannya dari website mereka.

Jadi media sosial berfungsi sebagai amplifier: bukan sumber backlink itu sendiri, tapi sebagai cara meningkatkan jangkauan konten kamu sehingga peluang mendapat backlink organik menjadi lebih besar.

Jika dikerjakan manual capek juga kan kalau harus cek terus-terusan. Ini ada beberapa tools untuk membantu mengotomatiskan proses link building yang rumit ini.

Dengan tools ini, kamu bisa mengakses informasi dan data lengkap bagaimana proses link building kamu sudah sampai mana.

1. Ahrefs

Cek Backlink di Ahrefs

Ahrefs adalah salah satu tool dengan berbagai fitur lengkap untuk link building. Ahrefs memberikan informasi penting terkait profil link website, dan dapat memberikan referensi untuk mendapatkan backlink potensial.

Dengan Ahrefs, kamu bisa tahu berapa banyak domain unik yang mengarah ke website kamu, backlink juga dapat hilang seiring waktu, serta perkiraan traffic organik senantiasa berubah setiap bulannya.

Kamu bisa masukkan domain kamu ke kolom pencarian, kemudian Ahrefs akan memantau dan mengelompokkannya menjadi beberapa metrik yang terkait. Tampilannya akan seperti di bawah ini.

Tampilan Backlink di Ahrefs

Pada contoh di atas, website saya ini memiliki UR (URL Rating) 6, dan DR (Domain Rating) 34. Saat ini juga memiliki 776 backlink dan sekitar 203 domain eksternal yang mereferensikan website saya.

UR adalah profil backlink untuk satu URL, ini dapat menunjukkan kemungkinan URL tersebut mendapatkan ranking tinggi. Sementara itu, DR menunjukkan seberapa kuat profil backlink suatu domain secara keseluruhan. Metrik ini dapat menjadi acuan potensi posisi website di search engine dibandingkan dengan website lainnya.

Baik UR atau DR diukur dengan skor 0-100. Semakin tinggi nilainya, dapat berarti semakin bagus pula potensi peringkat website di Ahrefs beserta otoritas dan relevansinya di Google Search.

Kamu perlu mencari domain yang bagus di internet, dan bisa kamu ajak kerja sama untuk mendapatkan backlink. Domain dengan nilai yang tinggi akan perlahan-lahan dapat menaikkan ranking website.

2. Google Alerts

Cek backlink di Google Alert

Google Alerts dapat membantu dalam mendapatkan backlink untuk blog atau website bisnis. Tool ini berguna untuk mendeteksi konten, kata, dan istilah yang diketik pengguna dan mengirimkan pesan notifikasi (alert) pada saat ada topik yang relevan dengan bisnis kamu.

Misalkan saja ada website yang menyebut nama website atau brand kamu di konten atau media sosialnya, tapi tidak merujuk ke halaman kamu. Kamu bisa menghubungi pemilik website tersebut agar kamu bisa menaruh link ke kontennya, dan akhirnnya kamu akan memperoleh backlink.

Kamu tidak perlu buru-buru menghubungi apalagi mendesak website tersebut. Sebaiknya cari tahu dulu apakah bisnis kamu disebut atau disoroti dalam situasi yang baik dan relevan.

Kamu bisa coba riset terhadap relevansi dan otoritas domain yang kamu temukan. Mengetahui traffic dan kualitas kontennya dimana ini akan memperkirakan peluang kamu untuk mendapatkan backlink.

3. Pitchbox

Cek Backlink di Pitchbox

Pitchbox bukanlah tool untuk mendapatkan backlink. Juga tidak bisa melakukan riset lengkap tentang profil backlink atau menjelaskan otoritas, relevansi, dan traffic organiknya.

Namun, Pitchbox dapat digunakan untuk merencanakan dan mengirimkan email secara otomatis untuk membantu kamu dalam menghubungi dan melakukan negosiasi dengan beberapa website sekaligus.

Dengan tool ini, kamu dapat dengan bebas menambahkan daftar kontak atau mencari kontak lewat kolom pencariannya. Kamu hanya perlu mengetikkan keyword bisnis yang ingin kamu jadikan partner.

Fitur menarik lainnya dari Pitchbox adalah dapat memantau secara real-time link mana yang setuju berpartner dengan kamu, sehingga kamu bisa tahu jika upaya kamu tidak sia-sia.

4. Google Search Console

Sering dilewatkan dalam diskusi link building, padahal Google Search Console adalah satu-satunya tools yang menunjukkan data backlink langsung dari perspektif Google sendiri, bukan perkiraan pihak ketiga.

Kamu bisa melihat website mana saja yang menautkan ke website kamu, halaman mana yang paling banyak menerima backlink, dan teks anchor apa yang digunakan.

Ini sangat berguna untuk mengaudit profil backlink kamu dan mendeteksi jika ada backlink mencurigakan yang masuk.

Selain Ahrefs, Semrush punya fitur Backlink Audit yang berguna untuk menganalisis kualitas backlink yang sudah kamu miliki.

Tools ini membantu mengidentifikasi backlink toksik yang berpotensi merugikan ranking kamu dan membuatkan daftar link yang perlu di-disavow ke Google.

Panjang sekali ya tulisannya 😄

Setelah kamu tahu pengertian backlink, jenis-jenisnya, pengaruhnya terhadap SEO, sampai cara dapatnya.

Kamu perlu backlink yang berkualitas jika ingin blog, website, atau toko online kamu meraih ranking tinggi di mesin pencari seperti Google. Proses mendapatkannya memang cukup rumit dan hasilnya tidak instan, tapi yakinlah upaya yang kamu lakukan tidak akan sia-sia.

Setelah tahu semua, kamu harus coba ya!! Jangan cuma dibaca dan dilupakan.

FAQ (Frequently Asked Question)

Backlink bekerja dengan cara memberikan sinyal kepada search engine seperti Google dimana pemberi backlink menganggap bahwa konten dari website kamu berharga dan relevan. Saat mesin pencari melakukan crawling pada website pemberi backlink, mesin pencari tersebut juga akan menganalisis semua konten pada setiap link, termasuk backlink-nya. Jadi, ketika sebuah halaman memiliki banyak backlink yang relevan dan berkualitas, mesin pencari akan menganggap bahwa kontennya lebih kredibel sehingga meningkatkan ranking di hasil pencarian.
Dari berbagai sumber yang aku temukan backlink tetap menjadi sinyal peringkat utama Google. Dan Google telah mengonfirmasi bahwa backlink tetap menjadi salah satu dari tiga faktor peringkat mesin pencari terpenting mereka. Selain persepsi mesin pencari, backlink juga penting dalam mengarahkan traffic langsung ke website kamu. Tapi harus berkualitas tentunya.
Tidak ada angka pasti karena ini sangat bergantung pada tingkat kompetisi keyword yang kamu targetkan. Untuk keyword lokal atau long-tail dengan kompetisi rendah, mungkin cukup beberapa backlink berkualitas. Untuk keyword kompetitif di niche yang padat, kamu mungkin perlu ratusan atau bahkan ribuan backlink dari berbagai domain. Yang lebih penting dari jumlah adalah kualitas dan relevansi backlink tersebut.
Tidak ada jawaban pasti, karena banyak faktor yang terlibat: seberapa cepat Google menemukan dan mengindeks halaman yang memberikan backlink, seberapa kuat otoritas website sumber, dan seberapa kompetitif keyword yang kamu targetkan. Secara umum, efek backlink baru mulai terlihat dalam rentang beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah backlink tersebut terindeks.
Bisa, tapi perlu realistis soal caranya. Website baru biasanya sulit mendapat backlink dari domain otoritatif tinggi karena mereka belum punya rekam jejak. Langkah awal yang lebih realistis adalah mulai dari direktori lokal yang relevan, membangun kehadiran di komunitas niche, guest post di blog-blog kecil hingga menengah, dan fokus dulu membangun konten berkualitas yang layak direferensikan. Otoritas dibangun secara bertahap, dan konsistensi lebih penting dari kecepatan.