Perbedaan Long Tail Keyword dan Short Tail Keyword dalam Strategi SEO
Perbedaan long tail keyword dan short tail keyword untuk optimasi SEO. Pelajari karakteristik, kelebihan, dan strategi penggunaannya pada kontenmu.
Kalau kamu main di dunia SEO, satu hal yang wajib banget dipahami adalah perbedaan antara long tail keyword dan short tail keyword.
Kelihatannya cuma beda panjang kata, tapi efeknya ke trafik, persaingan, sampai konversi itu jauh banget.
Di artikel ini, aku bakal bahas:
- Pengertian long tail keyword dan short tail keyword
- Kelebihan dan kekurangan masing-masing
- Perbedaan utama dari sisi volume, kompetisi, dan konversi
- Cara pakainya biar strategi SEO kamu lebih masuk akal (dan cuan)
Santai aja bacanya, tapi pastikan nyerap 😄
Apa Itu Long Tail Keyword?
Long tail keyword adalah kata kunci yang terdiri dari tiga kata atau lebih, dan biasanya sangat spesifik.
Keyword jenis ini mencerminkan pencarian pengguna yang sudah punya tujuan jelas.
Contoh long tail keyword:
- “sepatu lari pria untuk marathon”
- “jasa SEO UMKM Jakarta”
- “cara optimasi keyword density artikel blog”
Orang yang ngetik keyword kayak gini biasanya sudah tahu apa yang mereka cari, bahkan sering kali sudah siap ambil keputusan.
Keuntungan Menggunakan Long Tail Keyword
Walaupun volume pencariannya nggak sebesar short tail keyword, long tail keyword justru punya banyak keunggulan strategis.
1. Persaingan lebih rendah
Karena lebih spesifik, nggak banyak website yang nargetin keyword yang sama. Ini bikin peluang ranking di halaman pertama jadi lebih realistis, terutama buat website baru.
2. Conversion rate lebih tinggi
Pengguna dengan pencarian spesifik biasanya punya search intent yang jelas.
Hasilnya? Trafik lebih berkualitas dan peluang konversi lebih gede.
3. Trafik lebih relevan
Nggak cuma banyak pengunjung, tapi pengunjung yang tepat. Ini penting banget kalau tujuan kamu bukan sekadar pageview, tapi lead atau penjualan.
4. Lebih ramah buat SEO jangka panjang
Long tail keyword membantu membangun topical authority secara bertahap dan konsisten.
5. Lebih efisien untuk iklan berbayar
CPC (cost per click) long tail keyword biasanya lebih rendah dibanding short tail keyword, tapi niat belinya lebih tinggi.
Fun fact: mayoritas pencarian di Google itu justru berasal dari long tail keyword, bukan keyword pendek.
Apa Itu Short Tail Keyword?
Short tail keyword (sering disebut head term atau broad keyword) adalah kata kunci yang terdiri dari 1–2 kata, dan sifatnya sangat umum.
Contoh short tail keyword:
- “sepatu”
- “SEO”
- “digital marketing”
Keyword ini punya volume pencarian besar, tapi juga tingkat persaingan super ketat.
Keuntungan Menggunakan Short Tail Keyword
Walaupun susah ditaklukkan, short tail keyword tetap punya peran penting dalam strategi SEO.
1. Volume pencarian sangat tinggi
Kalau berhasil ranking, dampaknya ke trafik bisa gila-gilaan.
2. Cocok untuk brand awareness
Short tail keyword membantu website kamu dikenal sebagai “pemain utama” di suatu topik.
3. Ideal untuk halaman utama & kategori
Biasanya dipakai di homepage, halaman kategori, atau pilar konten.
4. Potensi trafik besar dalam jangka panjang
Kalau domain authority kamu kuat, short tail keyword bisa jadi aset jangka panjang.
Tapi catat ya: konversinya cenderung lebih rendah, karena intent penggunanya masih umum dan belum tentu siap bertindak.
Perbedaan Long Tail Keyword dan Short Tail Keyword
Biar makin kebayang, kita bandingin langsung dari beberapa aspek penting.
1. Jumlah Kata
- Short tail keyword: 1–2 kata
- Long tail keyword: 3 kata atau lebih
2. Volume Pencarian
- Short tail: tinggi
- Long tail: rendah–menengah
3. Tingkat Persaingan
- Short tail: sangat tinggi
- Long tail: relatif rendah
4. Search Intent
- Short tail: masih umum
- Long tail: spesifik dan terarah
5. Tingkat Konversi
- Short tail: rendah
- Long tail: tinggi
Intinya:
Short tail keyword = rame, susah, branding
Long tail keyword = sepi tapi cuan
Strategi Menggunakan Long Tail & Short Tail Keyword

Strategi SEO yang matang itu nggak milih salah satu, tapi mengombinasikan keduanya dengan cerdas.
Gunakan short tail keyword untuk:
- Homepage
- Halaman kategori
- Artikel pilar (pillar content)
Gunakan long tail keyword untuk:
- Artikel pendukung
- Blog dengan tujuan konversi
- Landing page spesifik
Struktur idealnya:
- Short tail keyword jadi topik besar
- Long tail keyword jadi turunan konten yang saling terhubung
Ini bukan cuma bagus buat ranking, tapi juga bikin website kamu kelihatan relevan dan kredibel di mata Google.
Kalau Sudah Paham Segera Terapkan YA
Long tail keyword dan short tail keyword punya peran masing-masing dalam SEO.
Yang satu kuat di branding dan volume, yang satu unggul di relevansi dan konversi.
Kalau tujuan kamu cuma trafik, short tail keyword memang menggoda.
Tapi kalau tujuan kamu hasil nyata, long tail keyword adalah senjata yang nggak boleh dilewatkan.
Strategi terbaik?
Gabungkan keduanya secara seimbang, sesuai tujuan bisnis dan tahap website kamu.
SEO itu bukan soal cepat, tapi soal tepat.
Jika kamu memiliki kesulitan, kamu bisa gabung dan diskusi bareng di grup Telegram Zenian Army! Kamu bisa tanya-tanya atau diskusi lebih lanjut mengenai perbedaan long tail keyword dan short tail keyword atau topik lain seputar SEO & SEM bareng temen-temen lainnya.
Comments ()