Apa itu Anchor Text? Jenis, Fungsi, dan Cara Penggunaannya
Anchor text adalah janji kepada pembaca. Kisah saya kehilangan ranking karena exact match, dan cara menyusun distribusi anchor text yang aman.
Seorang pelanggan berhenti di bawah papan "Sepatu Lari" di lorong toko saya. Raknya berisi sandal, dan dia pergi tanpa pernah kembali ke lorong itu.
Bertahun-tahun, anchor text saya anggap urusan teknis untuk mesin. Padahal cara kerjanya persis seperti papan itu, menjanjikan sesuatu kepada pembacanya.
Tulisan ini bercerita soal update yang menjatuhkan halaman andalan saya dan isi spreadsheet backlink. Setelah membacanya, kamu paham jenis anchor text yang aman dan komposisi yang sehat.
Apa itu Anchor Text?
Anchor text adalah teks yang bisa diklik pada sebuah hyperlink. Biasanya tampil berwarna biru dan bergaris bawah di halaman web.
Teks ini memberi gambaran singkat soal isi halaman tujuan. Bentuknya bisa berupa kata, frasa, URL, bahkan gambar.
Anchor text muncul di dua tempat utama, yaitu internal link dan backlink. Internal link menghubungkan halaman dalam satu situs, backlink datang dari situs lain.
Fungsi Anchor Text
Anchor text punya tiga fungsi utama yang saling berkaitan.
Fungsi pertama adalah navigasi. Pembaca tahu apa yang akan mereka temukan sebelum mengklik.
Fungsi kedua adalah konteks bagi mesin pencari. Google memakai anchor text untuk memahami topik halaman tujuan.
Fungsi ketiga terasa di anchor text internal link. Teks yang deskriptif membantu Google memetakan hubungan antarhalaman di situs Anda.
Jenis Anchor Text
Ada delapan jenis anchor text yang umum ditemui dalam praktik backlink SEO.
1. Exact Match
Exact match anchor text memakai keyword target persis tanpa tambahan apa pun. Contohnya, link berteks "jual sepatu murah" ke halaman jual sepatu murah.
Sinyalnya paling kuat, sekaligus paling mudah memicu kecurigaan. Pakai secukupnya, terutama untuk backlink dari situs luar.
2. Partial Match
Partial match anchor text mengandung keyword target, tapi dicampur atau dipecah dengan kata lain. Contohnya "sepatu untuk lari pagi yang murah".
Hasilnya tetap relevan dan terdengar lebih manusiawi. Banyak penulis memakai pola ini tanpa sadar saat merujuk sebuah artikel.
3. Generic Anchor
Generic anchor memakai frasa umum seperti "klik di sini" atau "baca selengkapnya". Teks ini tidak memberi petunjuk soal isi halaman tujuan.
Meski minim konteks, generic anchor wajar muncul di profil link alami. Orang sungguhan memang sering menulis begitu.
4. Naked Anchor Text
Naked anchor text menampilkan URL apa adanya sebagai teks link. Contohnya septianbw.com atau alamat lengkap sebuah artikel.
Naked URL sering muncul di forum, kolom komentar, dan daftar referensi. Bentuknya polos, jadi jarang terlihat manipulatif.
5. Branded Text
Branded anchor text memakai nama brand atau nama situs sebagai teks link. Contohnya "Septian BW" atau nama toko online Anda.
Ini cara paling wajar orang merujuk sebuah bisnis. Profil yang didominasi nama brand terlihat seperti rekomendasi sungguhan.
6. Phrase Match
Phrase match memuat keyword utuh dalam urutan sama, ditambah kata lain. Contohnya "toko jual sepatu murah di Bandung".
Bedanya dengan partial match, urutan keyword di sini tidak dipecah. Sinyalnya masih cukup kuat, jadi tetap perlu dibatasi.
7. Related Keywords
Anchor jenis ini memakai sinonim atau istilah yang berkaitan dengan keyword utama. Untuk halaman sepatu lari, contohnya "sneakers untuk jogging".
Variasi ini membantu Google memahami topik secara lebih luas. Profil link juga jadi tidak monoton.
8. Image
Saat gambar dijadikan link, Google membaca teks alt sebagai anchor text-nya. Banner atau logo yang bisa diklik termasuk kategori ini.
Alt text kosong membuat link gambar kehilangan konteks. Tulis alt yang menggambarkan isi gambar, bukan tumpukan keyword.
Cara Membuat Anchor Text
Membuat anchor text sebenarnya cuma butuh beberapa langkah sederhana.
1. Membuat Anchor Text di WordPress
Di editor Gutenberg, prosesnya cukup lewat toolbar. Berikut langkahnya.
- Buka postingan atau halaman yang ingin diedit.
- Blok teks yang akan dijadikan anchor text.
- Klik ikon link di toolbar, atau tekan Ctrl+K.
- Tempel URL tujuan, lalu tekan Enter.
- Simpan atau perbarui postingan.
Untuk internal link, cukup ketik judul halaman di kolom URL. WordPress akan menampilkan saran halaman yang cocok.
2. Membuat Anchor Text dengan Script
Di luar WordPress, anchor text dibuat lewat tag a pada HTML. Teks di antara tag pembuka dan penutup itulah anchor text-nya.
Pada contoh di atas, pembaca melihat teks "sepatu lari pria" yang bisa diklik. Atribut href berisi alamat halaman tujuan.
Untuk link berbayar, tambahkan rel="sponsored" di dalam tag. Untuk link yang tidak ingin Anda dukung, pakai rel="nofollow".
Tips Membuat Anchor Text yang Baik
Lima prinsip ini menjaga anchor text tetap aman dan berguna.
1. Relevan
Anchor text harus menggambarkan isi halaman tujuan secara jujur. Jangan menautkan "sepatu lari" ke halaman kaos kaki.
Relevansi juga berlaku pada kalimat di sekitar link. Teks pendamping membantu pembaca memahami alasan link itu ada.
2. Variasikan Anchor Text
Gunakan campuran branded, naked URL, generik, partial match, dan sesekali exact match. Distribusi anchor text yang beragam terlihat lebih alami.
Google tidak pernah merilis persentase resmi soal komposisi ideal. Patokan yang masuk akal adalah profil link pesaing yang rankingnya stabil.
3. Kurangi Penggunaan Generic Anchor Text
Generic anchor memang alami, tapi terlalu banyak membuat link miskin konteks. Masalah ini paling terasa di internal link.
Untuk anchor text internal link, kendali sepenuhnya ada di tangan Anda. Pakai teks deskriptif, bukan "klik di sini".
4. Maksimalkan Halaman dengan Topik Mendalam
Arahkan link ke halaman yang membahas topik secara tuntas. Anchor text sebagus apa pun sia-sia kalau halamannya tipis.
Halaman mendalam juga lebih mudah menarik backlink alami. Orang lebih suka merujuk sumber yang lengkap.
5. Natural
Tulis kalimatnya dulu, baru tentukan bagian mana yang dijadikan link. Kalau terasa dipaksakan saat dibaca keras, ganti.
Tanyakan apakah orang awam akan menulis link seperti itu. Kalau jawabannya tidak, kemungkinan besar Google juga curiga.
Puluhan Backlink, Satu Kalimat yang Sama
Anchor text adalah teks yang bisa diklik, dan yang aman itu branded, naked URL, generik.
1. Keyakinan yang Terasa Masuk Akal Saat Itu
Logika saya dulu sederhana. Makin sering Google melihat "jual sepatu murah", makin yakin halaman itu relevan.
Guest post, direktori bisnis, sampai blog teman, semuanya memakai teks yang sama. Ranking sempat naik, dan rasanya seperti menemukan jalan pintas.
2. Beberapa Hari Setelah Update Itu
Lalu datang sebuah update algoritma Google. Dalam hitungan hari, halaman andalan itu terlempar jauh dari halaman satu.
Anehnya, halaman lain di toko yang sama justru stabil. Link ke halaman itu tumbuh sendiri, tanpa saya atur teksnya.
3. Membuka Spreadsheet dan Melihat Polanya
Spreadsheet backlink dibuka, lalu kolom anchor text disortir. Hampir seluruh barisnya berisi frasa yang sama persis.
Masalahnya bukan jumlah link, tapi kata-kata yang dipakai untuk menautkannya. Pola inilah yang disebut over optimization anchor text.
Papan Petunjuk Lorong dan Janji di Balik Setiap Label
Jawaban paling jelas justru datang dari lorong toko, bukan dari tools SEO.
1. Label yang Meleset Membuat Pelanggan Pergi
Papan yang jujur menghemat waktu pelanggan. Papan yang menipu membuat mereka berhenti percaya pada seluruh toko.
Anchor text bekerja dengan cara yang sama. Pembaca yang kecewa setelah mengklik akan pergi dan sulit kembali.
2. Tidak Ada Orang yang Menyebut Toko Sepatu dengan "Jual Sepatu Murah"
Tidak ada pelanggan yang bilang "coba ke jual sepatu murah" pada temannya. Mereka menyebut nama toko, alamat, atau sekadar "coba ke sana deh".
Google mempelajari pola alami ini dari seluruh web. Profil link yang terlalu seragam terlihat seperti papan buatan pemilik toko sendiri.
3. Kepercayaan Lahir dari Kesesuaian
Kepercayaan tumbuh ketika label sesuai dengan apa yang ada di baliknya. Itu berlaku untuk rak sepatu, juga untuk setiap link.
Pelajaran ini mengubah cara saya membangun backlink. Fokusnya bergeser dari mengejar keyword ke meniru cara orang sungguhan bercerita.
Pasang Papan yang Jujur, Biarkan Pelanggan yang Bercerita
Perbaikannya tidak instan. Backlink baru dibangun dengan nama brand, URL polos, dan frasa umum, sementara exact match dikurangi.
Pada akhirnya, anchor text adalah janji kecil kepada orang yang membacanya. Tepati janji itu, dan biarkan pelanggan yang menyebut nama Anda.
Kalau profil backlink Anda terasa seragam dan ranking mulai goyah, audit dulu sebelum menambah link. Diskusi dengan konsultan SEO bisa membantu membaca polanya lebih cepat.
FAQ Seputar Anchor Text
1. Kenapa anchor text penting untuk SEO?
Google memakai anchor text sebagai salah satu sinyal untuk memahami topik halaman tujuan. Kalau banyak tautan mengarah ke sebuah halaman dengan anchor text yang relevan, Google jadi lebih yakin halaman itu membahas topik tersebut. Bagi pengunjung, anchor text yang jelas juga membantu mereka tahu apa yang akan didapat sebelum mengklik.
2. Apakah memakai anchor text exact match itu buruk?
Tidak buruk kalau dipakai secukupnya dan terlihat alami. Masalahnya muncul kalau sebagian besar backlink ke sebuah halaman memakai anchor text exact match yang sama. Pola seperti itu terlihat seperti manipulasi dan bisa dianggap over-optimization. Sejak update Penguin, Google semakin tegas terhadap skema link seperti ini. Profil anchor text yang sehat biasanya didominasi variasi branded, partial match, dan naked URL.
3. Apa bedanya anchor text untuk internal link dan backlink?
Untuk internal link (tautan antarhalaman di website sendiri), kamu punya kendali penuh, jadi relatif aman memakai anchor yang deskriptif dan mengandung kata kunci. Ini membantu Google memahami struktur dan topik situsmu. Untuk backlink (tautan dari website lain), anchor text sebaiknya terlihat natural dan bervariasi, karena pola yang terlalu seragam justru mencurigakan.
4. Apakah anchor text pada link nofollow tetap berpengaruh?
Sejak 2019, Google memperlakukan atribut nofollow sebagai hint, bukan perintah mutlak. Artinya Google bisa saja tetap memakai informasi dari link tersebut, termasuk anchor text-nya, sebagai sinyal pemahaman. Meski begitu, pengaruh link nofollow umumnya jauh lebih kecil dibanding link dofollow.
5. Bagaimana cara mengecek anchor text backlink ke website saya?
Kamu bisa memakai tools seperti Ahrefs (laporan Anchors), Semrush, atau Google Search Console (menu Links → Top linking text). Dari situ kamu bisa melihat anchor text apa saja yang paling sering dipakai situs lain, dan mendeteksi pola yang tidak wajar atau tanda-tanda spam.
Referensi:
- Google Search Central, Spam Policies: kebijakan link spam, termasuk link dengan anchor text yang dioptimasi berlebihan - https://developers.google.com/search/docs/essentials/spam-policies
- Google Search Central, Link Best Practices: panduan anchor text deskriptif dan alt text pada link gambar - https://developers.google.com/search/docs/crawling-indexing/links-crawlable
- Google Search Central, Qualify Outbound Links: penggunaan rel="sponsored" dan rel="nofollow" - https://developers.google.com/search/docs/crawling-indexing/qualify-outbound-links