Domain Authority vs Domain Rating: Apa Bedanya?

Domain Authority (DA) dari Moz dan Domain Rating (DR) dari Ahrefs sama-sama mengukur kekuatan website, tapi caranya berbeda.

Domain Authority vs Domain Rating: Apa Bedanya?

Kalau kamu aktif di dunia SEO, pasti sudah sering dengar dua istilah ini: Domain Authority dan Domain Rating. Keduanya sering disebut bersamaan seolah artinya sama, padahal tidak.

Masalahnya, banyak praktisi SEO yang salah strategi karena tidak memahami apa yang sebenarnya diukur oleh masing-masing metrik ini. Hasilnya? Mereka fokus di tempat yang salah, dan performa website tidak berkembang seperti yang diharapkan.

Setelah lebih dari 5 tahun bekerja di SEO, saya akan jelaskan perbedaan DA dan DR secara jelas, lengkap dengan cara meningkatkannya dan dampaknya terhadap peringkat di Google.

Apa Itu Domain Authority (DA)?

Domain Authority (DA) adalah metrik yang dikembangkan oleh Moz untuk memprediksi seberapa besar kemungkinan sebuah website mendapatkan peringkat tinggi di halaman hasil pencarian Google (SERP).

Skor DA berkisar dari 0 hingga 100. Semakin tinggi skornya, semakin besar potensi website tersebut bersaing di hasil pencarian.

Yang membedakan DA dari metrik lain adalah cakupan faktornya yang luas. Moz mempertimbangkan lebih dari 40 sinyal untuk menghitung DA, di antaranya:

  • Kualitas dan kuantitas backlink yang mengarah ke website
  • Jumlah domain unik yang memberikan backlink (referring domains)
  • Struktur dan arsitektur website
  • Kualitas konten yang dipublikasikan
  • Usia domain

Penting untuk dipahami: DA bukan metrik resmi Google. Google tidak menggunakan DA sebagai faktor ranking. Tapi bagi praktisi SEO, DA tetap berguna sebagai alat ukur komparatif untuk menilai kekuatan relatif sebuah website dibanding kompetitor.

Apa Itu Domain Rating (DR)?

Domain Rating (DR) adalah metrik yang dikembangkan oleh Ahrefs untuk mengukur kekuatan profil backlink sebuah website.

Sama seperti DA, DR juga menggunakan skala 0 hingga 100. Tapi fokusnya lebih spesifik: DR murni mengukur seberapa kuat backlink yang dimiliki sebuah domain, bukan potensi ranking secara keseluruhan.

Faktor utama yang mempengaruhi DR:

FaktorPenjelasan
Backlink dofollowJumlah backlink aktif yang melewatkan link equity
Kualitas referring domainDR website yang memberikan backlink ikut mempengaruhi DR kamu
Jumlah domain unikSemakin banyak domain berbeda yang linking, semakin tinggi DR

Satu hal yang perlu kamu ingat: website dengan DR rendah tetap bisa ranking bagus di Google jika konten dan strategi SEO on-page-nya solid. DR tinggi memberikan keunggulan kompetitif, bukan jaminan peringkat.

Perbedaan Domain Authority dan Domain Rating

Meski keduanya menggunakan skala yang sama dan sama-sama mengukur kekuatan website, DA dan DR punya perbedaan mendasar yang perlu kamu pahami.

AspekDomain Authority (DA)Domain Rating (DR)
Dikembangkan olehMozAhrefs
Skala0–1000–100
Fokus utamaPotensi ranking di SERPKekuatan profil backlink
Faktor yang dipertimbangkan40+ faktor (backlink, usia domain, struktur, konten)Kualitas dan kuantitas backlink
Tujuan penggunaanEvaluasi strategi SEO secara keseluruhanAnalisis dan perbandingan profil backlink

Singkatnya: DA lebih holistik, sementara DR lebih spesifik ke backlink.

Kalau kamu ingin tahu seberapa kuat strategi SEO website kamu secara keseluruhan, lihat DA. Kalau kamu ingin menganalisis dan membandingkan kualitas backlink dengan kompetitor, lihat DR.

Cara Meningkatkan Domain Authority dan Domain Rating

Meningkatkan DA dan DR butuh strategi yang konsisten. Tidak ada cara instan, tapi ada pendekatan yang terbukti efektif.

Ini adalah faktor terpenting untuk DR, dan sangat berpengaruh ke DA. Fokus pada backlink dari website yang relevan dengan niche kamu dan memiliki DR tinggi. Satu backlink dari website otoritatif jauh lebih berharga dari puluhan backlink dari website acak.

2. Produksi Konten yang Layak Dikutip

Konten berkualitas tinggi adalah cara paling organik untuk mendapatkan backlink. Riset data original, panduan mendalam, atau studi kasus nyata adalah jenis konten yang cenderung mendapat backlink alami dari website lain.

3. Optimasi Teknis Website

Kecepatan loading, struktur URL yang bersih, navigasi yang intuitif, dan tidak ada broken link semuanya berkontribusi ke DA. Website yang secara teknis sehat lebih mudah di-crawl dan lebih dipercaya oleh mesin pencari.

Backlink dari website spam atau berkualitas rendah bisa merusak profil backlink kamu. Audit backlink secara berkala menggunakan Ahrefs atau Moz, lalu disavow link yang merugikan lewat Google Search Console.

5. Konsistensi Publikasi Konten

Website yang aktif mempublikasikan konten relevan secara konsisten cenderung mendapat lebih banyak backlink organik dari waktu ke waktu, yang pada akhirnya mendorong naik baik DA maupun DR.

Apakah DA dan DR Mempengaruhi Peringkat Google?

Secara langsung, tidak. Google tidak menggunakan DA maupun DR sebagai faktor ranking resmi.

Tapi secara tidak langsung, keduanya berkorelasi kuat dengan performa di SERP. Website dengan DA dan DR tinggi umumnya memiliki profil backlink yang kuat dan konten yang dipercaya banyak pihak. Dan hal-hal itulah yang mempengaruhi ranking Google.

Cara yang tepat untuk melihat DA dan DR adalah sebagai indikator kesehatan SEO, bukan sebagai tujuan akhir. Fokus pada aktivitas yang meningkatkan kualitas website secara nyata: konten bagus, backlink relevan, dan teknis yang bersih. DA dan DR yang tinggi adalah hasil alami dari aktivitas tersebut.